Manunggal Fair 2012 Kulon Progo

Kabupaten Kulon Progo, adalah sebuah Di DIY. Ibukotanya adalah Wates. Kabupaten ini berbatasan dengan Kab. Sleman dan Kab. Bantul di timur, Samudra Hindia di selatan,  Kab. Purworejo di barat, serta Kab. Magelang di utara. Nama Kulon Progo berarti sebelah barat Sungai Progo (kata kulon dalam Bahasa jawa artinya barat). Kali Progo membatasi kabupaten ini di sebelah timur.
Kabupaten Kulon Progo terdiri atas 12 kecamatan, yang dibagi lagi atas 88 desa , serta 930 Pedukuhan (sebelum otonomi daerah dinamakan Dusun). Pusat pemerintahan di Kecamatan wates, yang berada sekitar 25 km sebelah barat daya dari pusat Ibukota Propinsi DIY, di jalur utama lintas selatan Pulau Jawa  Wates juga dilintasi jalur kereta api lintas selatan Jawa.
Bagian barat laut wilayah kabupaten ini berupa pegunungan Bukit Menoreh, dengan puncaknya puncak suroloyo ketinggian 1.019 m, di perbatasan dengan Kabupaten Purworejo. Sedangkan di bagian selatan merupakan dataran rendah yang landai hingga ke pantai. Pantai yang ada di Kabupaten Kulonprogo adalah pantai congot, glagah  (10 km arah barat daya kota Wates atau 35 km dari pusat Kota Yogyakarta) dan pantai trisik.
Kulon Progo yang merupakan wilayah Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kabupaten Adikarto yang merupakan wilayah Kadipaten Pakualaman. Kedua kabupaten ini digabung administrasinya menjadi Kabupaten Kulon Progo pada tanggal 15 Oktober 1951.Daerah yang saat ini termasuk wilayah Kabupaten Kulon Progo hingga berakhirnya pemerintahan kolonial Hindia Belanda merupakan wilayah dua kabupaten, yaitu Kabupaten Kulon Progo yang merupakan wilayah Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kabupaten Adikarto yang merupakan wilayah Kadipaten Pakualaman. Kedua kabupaten ini digabung administrasinya menjadi Kabupaten Kulon Progo pada tanggal 15 Oktober 1951.Daerah yang saat ini termasuk wilayah Kabupaten Kulon Progo hingga berakhirnya pemerintahan kolonial Hindia Belanda merupakan wilayah dua kabupaten, yaitu Kabupaten Kulon Progo yang merupakan wilayah Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kabupaten Adikarto yang merupakan wilayah Kadipaten Pakualaman. Kedua kabupaten ini digabung administrasinya menjadi Kabupaten Kulon Progo pada tanggal 15 Oktober 1951.

 Sementara itu hari jadi kulon progo sekarang lebih di kenal Manunggal Fair, manunggal Fair merupakan kegiatan yang dapat menjadi media edukasi, informasi, promosi dan transaksi serta media hiburan yang murah dan meriah. Harapannya, produk Kulonprogo dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri seiring dengan Gerakan Bela-Beli Kulonprogo yang sedang digelorakan. Demikian diungkapkan Bupati Kulonprogo, dr. H. Hasto Wardoyo, SpOG(K) saat membuka Manunggal Fair 2012 Kulonprogo di depan kompleks kantor Pemkab Klonprogo, Jum’at sore (28/09).

Ditambahkan oleh Bupati, dengan membeli dan menggunakan produk-produk asli Kulonprogo maka akan meningkatkan peluang usaha dan penciptaan lapangan pekerjaan secara luas, sehingga pencapaian kesejahteraan dan percepatan pengentasan kemiskinan dapat direalisasikan secepatnya. Setelah membuka Manunggal Fair 2012, di hadapan hadirin disajikan seni kolaborasi tari Senandung Gunung Samudera, yang cukup menghibur. Sebagai penanda telah resmi dibukanya Manunggal Fair 2012, Bupati juga memukul kentongan berbentuk gebleg renteng serta melepaskan balon berhadiah. Sedangkan pengguntingan pita dilakukan oleh dr. Dwi Kisworo Setyowireni, Sp.A, Ketua TP PKK Kulonprogo sekaligus Ketua Dekranasda Kulonprogo. Acara dilanjutkan dengan meninjau berbagai stand milik instansi, BUMN maupun ormas Kulonprogo. Dalam kunjungannya ke stand, Bupati selalu mendorong untuk dapat membuat produk yang inovatif dan kreatif, sehingga bisa meningkatkan daya jual.

Dalam Manunggal Fair 2012 ini juga disediakan Kotak Dana “Kulonprogo Peduli” yang ditempatkan di depan gapura pintu masuk. Bupati mengapresiasi kotak dana Kulonprogo Peduli ini, apalagi prinsip transparansi telah dijalankan dengan menulis laporan dan rencana penggunaannya di dekat kotak tersebut.

Terkait dengan pelaksanaan Manunggal Fair 2012 kali ini, Bupati meminta agar masyarakat dapat memahami kalau mungkin penyelenggaraannya kurang meriah dan tidak boros seperti tahun-tahun sebelumnya, karena anggaran yang ada banyak difokuskan ke kegiatan yang lebih esensial.

Menurut Ketua Panitia MF 2012, Rudy Widiyatmoko, S.Sos, acara ini diselenggarakan selama 9 hari mulai tanggal 28 September hingga 6 Oktober mendatang. Pada tahun ini panitia mencoba mengemas dengan konsep yang berbeda, yaitu mengedepankan tampilan produk unggulan Kulonprogo yang diikuti oleh UMKM batik dan kerajinan 18 peserta, UMKM olahan pangan dan herbal 22 peserta dan instansi/Ormas/BUMN/BUMD 45 peserta. Tema yang diusung pada MF kali ini adalah “MELALUI GERAKAN BELA-BELI KULONPROGO KITA WUJUDKAN KULONPROGO BARU THE JEWEL OF JAVA”. Yang dimaksudkan untuk menggugah semangat mencintai dan menggunakan produk-produk Kulonprogo, serta semaksimal mungkin membeli barang-barang kebutuhan di Kulonprogo, sehingga roda perekonomian Kulonprogo lebih menggeliat dan mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat Kulonprogo secara luas.
Ditulis dalam Kesehatan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Top Posts & Halaman
Kategori
%d blogger menyukai ini: