Cara Melakukan Recording Vocal

Melakukan rekaman khusus vokal memang relatif lebih sulit daripada rekaman musik instrumen. Beberapa masalah yang biasanya dihadapi dalam melakukan rekaman vokal adalah Noise, Plosive, Sibilance, dan Proximity Effect.
Akan tetapi masih ada beberapa tips dan trik untuk memaksimalkan hasil recording vocal. Berikut beberapa tips dan trik dari kang Agus Hardiman dengan sedikit penambahan dari saya.

1. Noise: bunyi yang konstan yang tidak diinginkan yang ikut terekam seperti bunyi AC, kipas, dan sebagainya.

Solusi :
– Lakukan rekaman pada tempat yang kedap suara.
– Atau bisa juga dengan trik menggantungkan 4 karpet tebal disekeliling penyanyi dalam bentuk persegi, sehingga penyanyi seolah-olah seperti terkurung dalam karpet tersebut.
– Matikan sumber suara yang dapat mengganggu prose rekaman, seperti misalnya matikan kipas.
– Bisa juga melakukan editing dengan menggunakan plugin ‘Noise Reduction’ setelah melakukan rekaman.

2. Plosive: bunyi meledak-ledak yang terekam saat vokalis menyebutkan huruf P, B, D, atau T. Misalnya saat menyebut kata ‘pergi’, ‘bila’, ‘dia’, ‘tahu’ dan sebagainya.

Solusi :
– Gunakan Pop Shield diantara mic dan penyanyi (biasanya berbentuk bulat berkain sebagai filter)
– Jika belum memiliki Pop Shield, dapat menggunakan trik seperti berikut:

Posisi mulut jangan pas pada mic tapi sedikit agak ke atas. Jika menggunakan trik ini, input gain harus dinaikkan agar level yang terekam tetap bagus.

3. Sibilance: huruf ‘S’ yang terdengar agak berlebihan. Kasus ini hanya ada pada beberapa karakter vokal penyanyi. Perhatikan dengan seksama apakah saat mengucapkan kata yang terdapat huruf ‘S’ terdengar tajam atau tidak.

Solusi :
– Setelah direkam, gunakan plugin ‘De-Esser’ saat proses editing untuk mengurangi ketajaman suara ‘S’.

4. Proximity Effect: Suara menjadi terlalu nge-bass saat posisi mulut dekat dengan mic. Semakin dekat posisi mulut dengan mic, semakin besar frekuensi bass yang akan terdengar.

Solusi :
– Cari posisi dimana kandungan frekuensi bass tidak berlebihan tapi juga tidak kurang dengan mengatur jarak mulut dengan mic.

5. Gunakan soundcard berkualitas dan tipe mic sesuai kebutuhan.
Soundcard yang dipilih sebaiknya jangan jenis soundcard untuk game atau home theater, tapi gunakan soundcard professional recording. Untuk tipe eksternal koneksi menggunakan firewire hasilnya lebih baik daripada menggunakan koneksi USB untuk saat ini, terkecuali di masa mendatang kecepatan transfer data koneksi USB sudah menawarkan yang lebih baik seperti USB3.

 
Sebaiknya gunakan microphone dan kabel yang berkualitas untuk meminimalisir noise yang dihasilkan.
 

Ditulis dalam Kesehatan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Top Posts & Halaman
Kategori
%d blogger menyukai ini: