Sri Sultan Hamengku Buwono X Kembali Jadi Gubernur

Masalah keistimewaan Yogyakarta pernah menjadi perdebatan ramai. Penunjukan langsung Sultan Yogyakarta sebagai Gubernur DIY dinilai bertentangan dengan semangat demokrasi. Itulah yang memunculkan pemikiran untuk mengubah penetapan Gubernur DIY melalui penunjukan.
Setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melantik Sultan Hamengkubuwono X sebagai Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta. UU tentang DIY menetapkan bahwa Sultan Yogyakarta otomatis menjadi Gubernur DIY Ratusan warga Yogya berkumpul di Pagelaran Keraton Yogyakarta sebagai wujud syukur atas dilantiknya Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Paku Alam IX sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Rabu (10/10/2012).
Berbagai acara dan jajanan pasar disuguhkan panitia untuk masyarakat Yogya. Acara syukuran yang dibuka untuk umum ini dihadiri oleh sejumlah oraganisasi kemasyarakatan di Yogyakarta. Tampak hadir pula budayawan sekaligus seniman Butet Kertarajasa beserta seniman Yogyakarta lainnya.
“Ini sebagai wujud golonggiling masyarakat Yogya. Kegembiraan daerah istimewa ini menjadi kegembiraan seluruh masyarakat Yogyakarta,” ujar Hasto, ketua Sekber Keistimewaan saat ditemui di Pagelaran Keraton Yogyakarta.
Pelantikan Sultan dan Paku Alam dihadiri 400 tamu undangan, sebanyak 150 undangan menyaksikan langsung seremoni pelantikan di Ruang Garuda, Gedung Agung, sementara 250 tamu lainnya menyaksikan pelantikan melalui layar monitor di Ruang Kesenian, Gedung Agung.
Meskipun hanya bisa menyaksikan acara tersebut melalui layar monitor, warga Yogyakarta berbondong-bondong ke Gedung Agung.
Sementara itu, semarak pelantikan Sultan tak hanya terjadi di Gedung Agung. Pedagang di Pasar Beringharjo, Yogyakarta, tak mau ketinggalan dalam menyemarakkan upacara pelantikan ini.
Ratusan pedagang pasar antusias menonton jalannya pelantikan dengan menggunakan televisi yang disediakan pengelola pasar. Meski hanya televisi selebar 14 inci, para pedagang terlihat antusias dalam menyaksikan upacara itu.
Ditulis dalam Kesehatan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Top Posts & Halaman
Kategori
%d blogger menyukai ini: